Membaca Buku Pengayaan
Rangkuman Buku Pemantik Cahaya
IDENTITAS BUKU
Judul : Pemantik Cahaya Aksi Nyata Untuk Sesama
Pengarang : Wishnu Prasetya Utomo dan Tim Kick Andy
Penerbit : Penerbit Bentang
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : 149 halaman
Buku ke- : 2
SINOPSIS :
Buku ini berisi tentang orang- orang yang sangat berjasa untuk kehidupan sekitarnya. Salah satunya adalah kisah Suparto. Hidup dengan segala keterbatasan ekonomi yang membuatnya harus bekerja untuk membiayai sekolahnya sendiri. Di desa yang ditinggali suparto, wajah kemiskinan dekat dengan keseharian warga. Mayoritas penduduk desanya merupakan peternak sapi, peternak ayam, dan buruh tani yang tidak memiliki lahan atau sawah sendiri.
Sejak SMP, Suparto pelan pelan belajar hidup mandiri dengan membiayai sendiri uang sekolah dan tidak terus meminta kepada orang tuanya. Caranya dengan beternak ayam. Menurutnya, pendidikan adalah salah satu hak yang penting jika ingin mengubah hidup menjadi lebih baik. Setelah menjadi peternak ayam semasa SMP, Ia berjualan roti semasa SMA hingga lulus. Kegigihannya dalam menuntut ilmu tidak berhenti ketika lulus SMA. Suparto melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi meski tidak ada biaya. Sang Bapak yang punya harapan besar terhadap sang anak akhirnya mau menjual satu-satunya sapi yang dimiliki keluarga sebagai modal awal kuliah. Niat yang tulus disertai motivasi yang besar membuat ia belajar dengan serius di Universitas Airlangga. Dalam semangatnya menuntut ilmu di Universitas Airlangga, membuatnya menjadi lulusan terbaik di tingkat Fakultas kedokteran hewan dengan Indeks Prestasi Kumulati ( IPK) cumlaude.
Sebagai lulusan terbaik tidak sulit bagi suparto untuk mendapatkan pekerjaan. Ia diterima bekerja di perusahaan peternakan multinasional, Charoen Pokphand Indonesia. perusahaan ini bergerak dibidang pengolahan makanan ternak dan termasuk yang terbesar di Indonesia. Kurang lebih setahun bekerja di perusahaan tersebut beliau mengambil keputusan penting dan berani. Suparto telah bulat mengambil keputusan. Setelah mengundurkan diri Ia cepat-cepat merancang usaha peternakan yang sudah ia idamkan sejak lama. Kembali ke desa setelah bertahun-tahun meninggalkannya tentu bukan perkara mudah. Akan tetapi bukan suparto bila tidak siap menghadapi kondisi semacam itu.
Tujuan kembalinya suparto ke desanya adalah untuk mengubah pola petani peternak yang pendapatannya kurang dan tidak bisa menyekolahkan anaknya sampai sarjana. Belum apa-apa Ya sudah mendapatkan cemoohan dari tetangga sekitarnya. Ejekan dari warga ia anggap sebagai tantangan bahwa pilihannya adalah tepat dia ingin membuktikan peternakan itu hasilnya akan berbeda kalau dikelola oleh orang yang punya ilmunya. Pelan tapi pasti kesabaran dan kegigihan suparto membuahkan hasil. dengan pendampingan dan ilmu yang diberikan oleh Suparto warga membuktikan sendiri bahwa peternakan yang dikelola dengan sentuhan Teknologi memang memberikan hasil lebih baik daripada cara lama yang mereka praktikkan selama ini.
Selain kisah suparto ada juga kisah Slamet Suriawan Sahak yang membelah Bukit demi masa depan. Bagi Slamet meski Takdir manusia sudah ditentukan manusia tetap harus berusaha semaksimal mungkin dalam menghadapi tantangan demi tantangan kehidupan yang semakin keras. Hanya dengan berusaha manusia akan tahu batas kemampuannya dan sejauh apa rezeki yang akan sampai kepada-nya. Slamet tinggal di di desa ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Ijobalit merupakan daerah tandus dengan tumbuhan yang meranggas dan debu yang berterbangan disapu angin. Oleh karena itu ia mempunyai keinginan yang terdengar tidak masuk akal, membelah bukit untuk mengalirkan air di desanya.
Kekeringan dan minumnya air bersih yang bisa diakses warga menjadi salah satu faktor kemiskinan yang ada. Kekeringan yang luar biasa menjadi landasan bagi keinginan beliau tersebut Meski banyak warga yang menganggap dirinya sebagai gagasan aneh dan tidak realistis. Namun sebagai orang asli kelahiran Kampung tersebut kekeringan dan kemiskinan adalah sahabat dekat yang ia hadapi sehari-hari. Dengan begitu beliau paham bahwa solusi atasi kekeringan itu adalah berbuat sesuatu dengan usaha sendiri. Slamet bersama anak buahnya mulai menjalankan misi mustahil membelah Bukit dengan menggunakan kedua tangannya sendiri. Ia melakukan hal tersebut selama kurang lebih 1 tahun di tengah cibiran masyarakat.
Kerja keras slamet pelan-pelan menunjukkan hasil, tanah yang dulunya kering kerontang, gersang, dan hampir tidak bisa ditumbuhi oleh tanaman tanaman kini bisa dialiri oleh air. Seiring dengan air yang mengalir kehidupan perekonomian warga juga berkembang dengan baik. Tentu semua itu tidak diusahakan dengan cuma-Cuma.

Komentar
Posting Komentar